Bedah Novel PADMI

Karya Halimah Munawir

Aula PDS HB Jassin Gedung Ali Sadikin lantai 4 pada 19 Januari 2024 pukul 13.30 - 17.00 WIB. 

Pembicara Maman S Mahayana

Penulis Halimah Munawir

Moderator Arief Joko Wicaksono

Kata Sambutan Dr. Dewi Motik Pramono M.Si

 


Halimah Munawir adalah salah seorang penulis perempuan Indonesia yang sangat produktif, sejak 2011 hingga sekarang sudah banyak buku dan novel yang sudah ditulisnya. Halimah Munawir, lahir di Cirebon 18 Januari 1964. Pendidikan kuliah di STF Driyarkara. Dan  pada tahun 2023 mendapat gelar kehormatan dari Kerajaan Kutai Mulawarman serta Master of science dari Abide University. Aktivitas selain menulis adalah Anggota IWAPI, KOWAPI dan Mitra Seni Indonesia (MSI); penggiat seni Budaya; Pemilik Rumah Budaya HMA; Pemimpin Umum OBOR SASTRA. Karya karya tunggalnya The Sinden (novel, 2011), Sahabat Langit (novel, 2014), Sucinya Cinta Sungai Gangga (novel, 2013), Kidung Volendam (novel, 2017), Mbok Berek – Fotobiografi (2006), Sukses Story Nila Sari – Fotobiografi (1988), Bayang Firdaus (sehimpun puisi bilingual, 2021), AKAR (sehimpun puisi bilingual, 2020), beberapa buku karya bersama.

 

Dan yag terbaru pada 2023, Halimah Munawir menulis sebuah Novel berjudul Padmi. Novel ini berlatar budaya di Kraton dan berkisah tentang calon permaisuri yang terbuang, dibangun dari kisah percintaan seorang penari bernama Padmi dengan seorang Raja. Tentu ini menjadi kisah yang menarik karena kekuatan tokoh tokoh di dalamnya. Dan aacara ini digelar sebagai salah satu upaya kita memperkenalkan budaya kepada generasi muda dan masyarakat pada umumnya. Juga sebagai salah satu upaya mengembangkan pelestarian seni-budaya di Indonesia. Dan pesan yang terpenting juga kita semua berharap melalui seni budaya kita bisa merawat Indonesia. Sehingga kita bisa mendapatkan manfaat yang sebesar besarnya. Novel Padmi di terbitkan dan diluncurkan pada Januari 2023 oleh Balai Pustaka, ada kabar gembira dalam waktu dekat juga Ibu Halimah Munawir juga bersama Balai Pustaka akan menerbitkan novel berikutnya yang berjudul Kalingga Pada Padang Levender.

 

Dan pada hari ini tanggal 19 Januari 2024 di Aula PDS HB Jassin Gedung Ali Sadikin lantai 4 Taman Ismail Marzuki, Obor Sastra Jabodetabek bekerja sama dengan PDS Hb Jassin – Dinas Perpustakaan dan Arsip DKI Jakarta menyelenggarakan acara bedah Novel Padmi, acara ini akan dipandu oleh Arief Joko Wicaksono seorang Jurnalis, Penyair dan Dosen di Politeknik Negeri Jakarta, sebagai pembicara atau pembedah buku adalah Maman S Mahayana yang kita kenal sebagai seorang sastrawan dengan karya-karyanya berupa puisi, prosa, artikel, dan buku-buku pelajaran bagi sekolah. Selain mengajar di perguruan tinggi, Maman juga seorang peneliti. Dia merupakan salah satu penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono. Maman S. Mahayana menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FS UI) pada tahun 1986, dan sejak itu ia mengajar di almamaternya yang kini menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI). Tahun 1997 selesai Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan juga menjadi pengajar di Department of Malay-Indonesian Studies, Hankuk University of Foreign Studies, Seoul, Korea Selatan.

https://indonesiannews.co/2024/01/18/obor-sastra-jabodetabek-bersama-pds-hb-jassin-dinas-perpustakaan-dan-arsip-dki-jakarta-selenggarakan-acara-bedah-novel-padmi-karya-halimah-munawir/

https://patadaily.id/pages/halimah-munawir-serius-lestarikan-budaya

https://nasionalismenews.com/bedah-buku-padmi-karya-halimah-munawir-di-taman-ismail-marzuki/

https://petajurnalis.co.id/bedah-buku-padmi-karya-halimah-munawir-di-taman-ismail-marzuki/

https://indonesiannews.co/2024/01/19/bedah-buku-padmi-karya-halimah-munawir-di-taman-ismail-marzuki/

https://mediarcm.com/bedah-buku-padmi-karya-halimah-munaeir-di-taman-ismail-marzuki/

https://www.mediapatriot.co.id/2024/01/19/bedah-buku-padmi-karya-halimah-munawir-di-taman-ismail-marzuki/

https://nasionalismenews.com/bed…

The Sinden

Summary

Seorang sinden terkenal memiliki putri cantik rupawan, namanya Dingklik Waranggana rambutnya mayang terurai tubuhnya molek aduhai suaranya merdu buluh perindu namun selalu bahaya mengintainya jika bukan diburu untuk dijadikan selir maka jadi tumbal pesugihan jembatan pelarian pun menjadi jalan keluar berpisah dengan ibu tercinta dan manggung di desa-desa tapi di setiap pertunjukan pesona Waranggana selalu memabukkan mengundang keceriaan sekaligus mara bahaya untuk datang nyawa pun menjadi taruhan orang-orang tersayang menjadi ganjaran hingga akhirnya pelarian dihentikan dan hidup mesti diperjuangkan.

 Padmi telah menarik perhatian pangeran sejak kecil. Dalam segala hal, Padmi dipandang sesuai menjadi permaisuri, pendamping hidup . Hingga ketika beranjak remaja cinta pun terajut indah. Namun cita yang terpatri pada diri Padmi menjadi seorang penari menjadikan Padmi terbuang dari calon permaisuri. Tangis dan air mata menjadi milik Padmi namun ia tetap tersenyum di atas panggung. Membuat gundah gulana sang lelaki yang tetap menyimpan cinta di ruang hatinya. 

Dupa yang selalu di jaga dengan wewangian uborampe kembang setaman bertahun-tahun seolah terempas oleh hadirnya cinta masa lalu hingga api membara pada dada sang permaisuri juga gelap mata dari perempuan yang selalu menanti cinta di tambah dari sekian perempuan para penghuni kamar yang sepi.  

Tragedi pun terjadi. Padmi yang merasakan menjadi permaisuri ½ hari tertabrak mobil dan bersimbah darah, masuk ruang ICU. Masa lalu pun bergulat dengan masa kini. Sosok lelaki itu hadir sebagai suami Padmi, calon permaisuri yang terbuang dan menjadi seorang GARWA PADMI (istri/permaisuri}.  

 Padmi telah menarik perhatian pangeran sejak kecil. Dalam segala hal, Padmi dipandang sesuai menjadi permaisuri, pendamping hidup . Hingga ketika beranjak remaja cinta pun terajut indah. Namun cita yang terpatri pada diri Padmi menjadi seorang penari menjadikan Padmi terbuang dari calon permaisuri. Tangis dan air mata menjadi milik Padmi namun ia tetap tersenyum di atas panggung. Membuat gundah gulana sang lelaki yang tetap menyimpan cinta di ruang hatinya. 

 Dupa yang selalu di jaga dengan wewangian uborampe kembang setaman bertahun-tahun seolah terempas oleh hadirnya cinta masa lalu hingga api membara pada dada sang permaisuri juga gelap mata dari perempuan yang selalu menanti cinta di tambah dari sekian perempuan para penghuni kamar yang sepi.  

Tragedi pun terjadi. Padmi yang merasakan menjadi permaisuri ½ hari tertabrak mobil dan bersimbah darah, masuk ruang ICU. Masa lalu pun bergulat dengan masa kiSosok lelaki itu hadir sebagai suami Padmi, calon permaisuri yang terbuang dan menjadi seorang GARWA PADMI (istri/permaisuri}.  

Sucinya Cinta Sungai Gangga

Summary

Karena kecerdasannya di mata pelajaran Matematika, Key terpilih mewakili Indonesia dalam kompetisi Matematika tingkat internasional di New Delhi, India. Gadis cantik ini tak menyangka bahwa ia akan menginjakkan kaki di tanah leluhur Sang Ibu. Sejak usia 4 tahun, ia dibesarkan ayahnya sendirian di Jakarta, tanpa kasih sayang seorang ibu. Ayahnya selalu berkelit bahwa Sang Ibu ada di surga. Semakin ayahnya berkata demikian, hati kecil Key justru semakin yakin bahwa ibunya masih hidup. Sikap Sang Ayah yang selalu menghindar bila ditanya tentang Sang Ibu tidak menyurutkan niat Key untuk mencari keberadaan Sang Ibu.

More Articles ...

Page 1 of 2

Puisi Halimah

Kebesaran-NYA Atas Bumi - Halimah Munawir

Rumah Tanpa Tiang Karya Halimah Munawir

Mencari Jejak Karya Halimah Munawir

Kesombongan Menutup Hati Karya Halimah Munawir

Jihad Ramadhan - Halimah Munawir

Air Karya Halimah Munawir

Dia Ada Bukan Dusta Karya Halimah Munawir Part: 1

Kesombongan Menutup Hati Part 2 Karya Halimah Munawir

Titik Nadir - Halimah Munawir

Tafakur Karya Halimah Munawir

Dia Ada Bukan Dusta Karya Halimah Munawir Part: 2

Bukan Cerita Seorang Penyair - Karya Halimah Munawir