Subcategories

Jakarta - Buku antopologi puisi penyair nusantara Jakarta-Betawi 3 dengan tema "Jakarta-Betawi: Titimangsa Lahirnya Peradaban Bangsa” di luncurkan bertepatan dengan HUT ke-495 Kota Jakarta, Minggu, 26 Juni 2022, di Rumah Seni Asnur, Depok, pukul 14.00 sd 21.00 melalui luring dan daring. 

Antologi puisi yang digagas Komunitas Literasi Betawi (KLB), mengumumkan sebanyak 81 penyair lolos kurasi dan pada peluncuran tersebut diumumkan juga 17 puisi pilihan.

SANG HARAPAN
Halimah Munawir:

Fajar  tersembunyi, 
Sujud dalam kesendirian.
Mencuci hati, mengibas debu
Mengerok Kerak kerak yang berkarat
Memecah pasir yang membatu, 
Mencangkul gundukan tanah menggunung

Diantara bising kuda mesin berlarian,
Terik menyengat,
Senyum  menggoda
Dahan dahan bergoyang, kupejamkan mata.
Bismillah, 
Hati membelah bukit 
Angin meniup raga agar terus berjalan hingga  fajar terbenam

Senja di atas bukit menguak magrib

 

Kurma sebagai sunah meleleh di lidah.
Keringnya tenggorok merasakan hangatnya teh manis.
Tak ada kolak apalagi kue lapis
Gorengan lenyap oleh minyak langka

Hidup kian keras diantara pencakar langit
Batu batu menindih dan mencekik
Mesin mesin Stone Crusher tak mampu memecah.
Kepala menengadah pada Zat Maha tinggi.
Hanya Engkau Sang Harapan.
Bumi hanguskan kedzoliman.

Duren Sawit' 22


HEMBUS ANGIN TELAGA PEMURNIAN JIWA
Halimah Munawir:

Telaga  membentang penuh kemilau pemurnian jiwa
Datang  dalam setahun
Bening langkah kaki miskin atau kaya menuju dermaga.
Mengikuti jejak jejak sang pencerah dunia


Hembus sejuk kemilau mutiara 
Kalam Illahi,  merasuk  jiwa penuh cahaya
Melebur noda berkarat
Mencuci hati sebelum sekarat.

Kebangkitan nyata angkat senjata 
Membedil begadul 
Moncong moncong maksiat, syetan penggoda
Membasuh jiwa, Meraih fitri

Dayunglah An-Nuur ayat 30-31
Peluk makna Al-Isra ayat 36
Dan biarkan bersemayam dalam setiap nafas
Agar tak bias.

Duren Sawit’22